Pemerintah orde baru melakukan program transmigrasi pada tahun 1973 Pemerintah dalam program transmigrasi ini memilih daerah di Bengkulu Selatan, salah satu daerah yang dipilih untuk tempat transmigrasi tersebut terdapat daerah yang hampir 55% berupa rawa-rawa. Pada daerah rawa tersebut terdapat daratan yang menyerupai bukit kecil yang dipakai untuk tempat meninjau wilayah sekitarnya yang bertujuan untuk nantinya akan dijadikan sebagai wilayah transmigrasi. Pada proses peniinjauan wilayah pertama dilakukan di Bukit yang dinamakan Bukit peninjauan I dan dilanjutkan pada bukit kedua yang ditinjau dinamakan Bukit Peninjauan II, jumlah luas kedua bukit tersebut adalah 6000 Ha.
Warga transmigrasi yang diutus oleh pemerintah berasal dari pulau jawa tengah, jawa timur, jawa barat dan DKI jakarta sebanyak 478 kepala. Wilayah Bukit Peninjauan I dan Bukit Peninjauan II ini merupakan bagian yang sekarang dikenal menjadi kabupaten Seluma. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan yang terletak diwilayah Propinsi Bengkulu. Kabupaten Seluma dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 3 Tahun 2003 tentang pembentukaan Kabupaten Muko-Muko, Kabupaten Seluma dan Kabupaten kaur di Propinsi Bengkulu.
Trasnmigrasi pertama di Bukit Peninjaiuan I dipimpin oleh bapak Rebimun pada tahun 1971 sedangkan pada tahun 1973 datang juga transmigrasi yang dipimpin oleh bapak Kayono, setelah menjabat 2 tahun Bapak Kayono diganti oleh Bapak Sumario dan selanjutnya diganti oleh Bapak Edi Supriadi hingga tahun 1984. Pada tahun 1983 Desa Bukit Peninjauan II dimekarkan menjadi 3 dusun, antara lain Dusun Sido Mulyo, Dusun Sido Sari, dan Dusun Sido Dadi/Sari Mulyo yang dikepalai oleh seorang Kepala Dusun. Dusun Sido Mulyo dikepalai oleh Bapak Suratman, Dusun Sido Sari dikepalai oleh Bapak Subadri, dan Dusun Sari Mulyo dikepalai oleh Bapak Eli Suwardi, dengan Kecamatan Tais perwakilan Kecamatan Sukaraja.
Seiring berjalannya waktu, Wilayah Bukit peninjauan II menjadi Desa definitif pada Tahun 1986 dipimpin oleh Bapak Sudiono sebagai kepala Desa Bukit Peninjauan II dengan dibantu oleh Bapak Rasiman selaku Kaur Pemerintahan, Bapak Damanuri selaku Kaur Kesra, dibantu juga oleh Bapak Ratub selaku kaur Pembangunan dan Sekretaris Desanya adalah Bapak Toyib. Setelah lebih kurang 3 thn berjalan Bapak Rasiman diganti Bapak Misri. Desa Sido Sari berdiri berdasarkan keputusan Bupati Seluma pada tahun 2004 yang ditetapkan pada tanggal 10 Juni 2004 yang dipimpin seorang Pjs Kepala Desa Wawan Sudirman, yang membawahi dari 3 dusun dan 9 RT.
- Dusun Dharma dikepalai seorang Kepala Dusun: Toni Subrata
Dusun Dharma dibagi 3 RT. RT 1 diketuai oleh Bapak Iskandar, RT 2 diketuai oleh Bapak Jono Mulyadi, dan RT 9 diketuai oleh Bapak Subandi.
- Dusun Cideng dikepalai seorang Kepala Dusun: Ucok Slamet Suwarno
Dusun Cideng dibagi 3 RT. RT 3 diketuai oleh Bapak Sawilan, RT 4 diketuai oleh Bapak Sutarno, dan RT 5 diketuai oleh Bapak Isyanto.
- Dusun Swadaya dikepalai seorang Kepala Dusun: A. Sulaiman
Dusun Swadaya dibagi 3 RT. RT 6 diketuai oleh Bapak Bambang Basuki, RT 7 diketuai oleh Bapak Bambang W., dan RT 8 diketuai oleh Bapak Lasdi.
Berikut daftar nama-nama Kades yang memimpin Desa Sido Sari berdasarkan tahun periode pemerintahanya
|
NO. |
NAMA |
JABATAN |
PERIODE |
ARSIP FOTO DOKUMEN |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1 |
WAWAN SUDIRMAN |
KADES DEFINITIF |
2004-2013 |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2 |
AHMAD SULAIMAN |
PJS KADES |
2008-2009 |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
3 |
SHOLIKIN |
PJS KADES |
2013-2014 |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
4 |
DERMAWAN SOFIAN |
PJS KADES |
2014-2015 |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
5 |
SUMARDI |
KADES DEFINITIF |
2015-2021 |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
6 |
SARNADI |
PJS KADES |
2021-2022 |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
7 |
SUMARDI |
KADES DEFINITIF |
2022-2028 |
Pemerintah orde baru melakukan program transmigrasi pada tahun 1973 Pemerintah dalam program transmigrasi ini memilih daerah di Bengkulu Selatan, salah satu daerah yang dipilih untuk tempat transmigrasi tersebut terdapat daerah yang hampir 55% berupa rawa-rawa. Pada daerah rawa tersebut terdapat daratan yang menyerupai bukit kecil yang dipakai untuk tempat meninjau wilayah sekitarnya yang bertujuan untuk nantinya akan dijadikan sebagai wilayah transmigrasi. Pada proses peniinjauan wilayah pertama dilakukan di Bukit yang dinamakan Bukit peninjauan I dan dilanjutkan pada bukit kedua yang ditinjau dinamakan Bukit Peninjauan II, jumlah luas kedua bukit tersebut adalah 6000 Ha. Warga transmigrasi yang diutus oleh pemerintah berasal dari pulau jawa tengah, jawa timur, jawa barat dan DKI jakarta sebanyak 478 kepala. Wilayah Bukit Peninjauan I dan Bukit Peninjauan II ini merupakan bagian yang sekarang dikenal menjadi kabupaten Seluma. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan yang terletak diwilayah Propinsi Bengkulu. Kabupaten Seluma dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 3 Tahun 2003 tentang pembentukaan Kabupaten Muko-Muko, Kabupaten Seluma dan Kabupaten kaur di Propinsi Bengkulu. Trasnmigrasi pertama di Bukit Peninjaiuan I dipimpin oleh bapak Rebimun pada tahun 1971 sedangkan pada tahun 1973 datang juga transmigrasi yang dipimpin oleh bapak Kayono, setelah menjabat 2 tahun Bapak Kayono diganti oleh Bapak Sumario dan selanjutnya diganti oleh Bapak Edi Supriadi hingga tahun 1984. Pada tahun 1983 Desa Bukit Peninjauan II dimekarkan menjadi 3 dusun, antara lain Dusun Sido Mulyo, Dusun Sido Sari, dan Dusun Sido Dadi/Sari Mulyo yang dikepalai oleh seorang Kepala Dusun. Dusun Sido Mulyo dikepalai oleh Bapak Suratman, Dusun Sido Sari dikepalai oleh Bapak Subadri, dan Dusun Sari Mulyo dikepalai oleh Bapak Eli Suwardi, dengan Kecamatan Tais perwakilan Kecamatan Sukaraja. Seiring berjalannya waktu, Wilayah Bukit peninjauan II menjadi Desa definitif pada Tahun 1986 dipimpin oleh Bapak Sudiono sebagai kepala Desa Bukit Peninjauan II dengan dibantu oleh Bapak Rasiman selaku Kaur Pemerintahan, Bapak Damanuri selaku Kaur Kesra, dibantu juga oleh Bapak Ratub selaku kaur Pembangunan dan Sekretaris Desanya adalah Bapak Toyib. Setelah lebih kurang 3 thn berjalan Bapak Rasiman diganti Bapak Misri. Desa Sido Sari berdiri berdasarkan keputusan Bupati Seluma pada tahun 2004 yang ditetapkan pada tanggal 10 Juni 2004 yang dipimpin seorang Pjs Kepala Desa Wawan Sudirman, yang membawahi dari 3 dusun dan 9 RT.
Dusun Dharma dibagi 3 RT. RT 1 diketuai oleh Bapak Iskandar, RT 2 diketuai oleh Bapak Jono Mulyadi, dan RT 9 diketuai oleh Bapak Subandi.
Dusun Cideng dibagi 3 RT. RT 3 diketuai oleh Bapak Sawilan, RT 4 diketuai oleh Bapak Sutarno, dan RT 5 diketuai oleh Bapak Isyanto.
Dusun Swadaya dibagi 3 RT. RT 6 diketuai oleh Bapak Bambang Basuki, RT 7 diketuai oleh Bapak Bambang W., dan RT 8 diketuai oleh Bapak Lasdi. Berikut daftar nama-nama Kades yang memimpin Desa Sido Sari berdasarkan tahun periode pemerintahanya
|